Langsung ke konten utama

Postingan

Telinga kecil ika

“ika telinga kanannya kenapa?” “lah kok telinganya cuman satu?” Pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul ketika ika masih kecil. Ika kecil hanya menjawab “gak papa kok, nanti kalo udah besar telinga kanannya tumbuh” Ika kecil sering menggunakan telinga istimewanya menjadi patokan arah, kiri dan kanan, itu sangat membatu, tetapi tidak dengan yang lain. Dia tidak bisa menggunakan kacamata kerennya dengan lurus, jatuh pasti, dia tidak bisa mendengar suara bisikan jauh, mengucir rambut tanpa ada yang peduli dengan bentuk teling kanannya. Telinganya selalu ditutupi, baik dengan topi kupluk yang kebesaran, atau dengan menggerai rambut keritingnya. Ika kecil tumbuh menjadi anak yang riang tapi selalu bersedih ketika telinga kecilnya dipertanyakan. Selalu menangis di kamar mandi, selalu menyalahkan diri, kenapa semua orang memiliki telinga dua tetapi dia tidak. Keluar kamar mandi dengan mata sembab, yang selalu diciduk ayah dengan pertanyaan “adek ke...
Postingan terbaru
Lantas bumi saja tidak pernah menghakimi dirinya yang selalu jadi penopang bagi mereka yang menyakitinya. Hujan tak pernah bosan untuk turun kembali walau ketika turun akan selalu ada yang membencinya Atau sekali pun matahari yang dianggap menyebalkan saat teriknya sungguh luar biasa dari pada biasanya Mereka tidak marah, hanya diam, mereka tau apa pasti akan ada yang bahagia diseliling mereka Berbeda dengan kita ya, sekali dibenci, disakiti, dianggap menyebalkan, sudah merasa paling tersiksa kehidupannya. - A.R / I